Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 September 2017

KONGRES APIC KE-1 (Sebuah Catatan Kecil)

Print Friendly and PDF

Cita-cita mulia para pendiri Bangsa (founding fathers) Indonesia yang telah didokumentasikan dalam pembukaan UUD 1945, yakni ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, kini telah digaungkan kembali oleh komunitas expert yang tergabung dalam Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) dalam kongresnya yang pertama kali diselenggarakan bertempat di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD) Tangerang Banten pada tanggal 22 September 2017.

Bedanya, dalam mewujudkan Bangsa Indonesia yang cerdas, para founding fathers memperjuangkannya melalui jalur pendidikan baik bersifat formal maupun non formal.  Sedangkan komunitas APIC ingin merealisasikannya lewat konsep Smart City (Kota Cerdas).

Rumusan hasil kongres APIC ke-1 yang dirangkum dari hasil diskusi panel dan paparan kompartemen Smart Citizen, Smart Healthcare, Smart Safety Security and Disaster Management, Smart Economy, Smart Tourism and Culture dan Smart Energy and Evironment.  Dituangkan dalam bentuk Resume Kongres APIC.

Resume dari kompartemen Smart Citizen and Community menghasilkan tiga rekomendasi yaitu 1) Peran manusia dalam smart city dapat sebagai resource, enabler, maupun user. 2) Inklusivitas diberbagai sektor perlu dibangun untuk menghilangkan sekat sosial di masyarakat. Dan 3) Komunitas akan menjadi motor penggerak utama dalam smart city.

Kompartemen Smart Helthcare menghasilkan rekomendasi: 1) Membangun masyarakat yang dapat mengelola kesehatan pribadi secara mandiri. 2) Germas dan Prokesga merupakan program nasional di bidang kesehatan yang perlu dijadikan fokus utama dalam membangun integrasi Smart-X lintas sektoral.  Dan 2) Program bottom up seperti Personal Health Record dapat menjadi salah satu kunci dalam implementasi Smart Healthcare.

Kompartemen Smart Safety, Security and Disaster Management merekomendasikan : 1) Ancaman terbesar di masa depan pada sektor keamanan antara lain : ancaman ke Critical Infrastructure, Cyber Attack to Indusrial Sector dan Bio-Chemical Attacks. Dan 2) Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat diwujudkan dengan langkah-langkah: mengumpulkan data dari berbagai sensor (sensor drone, water solution sensor, laporan masyarakat melalui smart phone, dll).  Data yang terkumpul akan masuk dan diolah menggunakan DSS (Decission Support System) dan dianalisa. Selanjutnya sebagai bahan  bagi penanggungjawab melakukan keputusan untuk menangani ancaman yang ada.

Kompartemen Smart Economy menghasilkan rekomendasi : 1) Tantangan utama dalam Smart Economy yakni daya beli, pola penganggaran, serta regulasi dan kebijakan. 2) Ancamannya berupa distruptive economy (e-commerce dari luar yang bisa menghancurkan UKM lokal). Dan 3) Untuk mengatasinya diperlukan kepedulian Pemerintah Daerah, Sharing infrastructure, standard platform,dan kolaborasi talenta lokal.

Kompartemen Smart Energy and Environment merekomendasikan : 1) Fokus penerapan teknologi organik dan anorganik untuk solusi perkotaan. 2) Memastikan tercukupinya kebutuhan energy minimal perkotaan. Dan 3) Salah satu potensi solusi yaitu dengan memanfaatkan sampah yang dihasilkan masyarakat.

Kompartemen Tourism and Culture merekomendasikan : 1) Pariwisata telah menghasilkan ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia. Dan 2) Potensi pariwisata yang ada di Indonesia sangat beragam dan masih banyak solusi cerdas yang dapat diimplementasikan untuk  pengelolaan maupun meningkatkan utilisasi potensi tersebut.

Sedangkan dalam diskusi  panel direkomendasikan hal-hal sebagai  berikut: 1) Untuk mewujudkan Smart City, proses bisnis yang berjalan  harus mengalami perubahan, tidak bisa hanya mengandalkan proses yang berjalan saat ini. 2) Untuk mendukungnya diperlukan adanya leadership dan pembagian peran anatar stakeholders, pemanfaatan teknologi untuk membantu dalam pengumpulan data dan dapat digunakan untuk proses analisis dan perencanaan, serta integrasi antar berbagai bidang/sektor.  Dan 3) Tanpa adanya perubahan perilaku manusia dalam implementasi Smart City, maka benefit yang diharapkan dapat tidak terwujud.  Perubahan perilaku tersebut memerlukan adanya kesepakatan dan norma baru yang akan dijalankan.

CARDIMAN
Anggota APIC

Rabu, 15 April 2015

Subhanallah.....amazing.

Print Friendly and PDF http://m.detik.com/travel/read/2015/04/15/192418/2888593/1382/masjidil-haram--masjid-nabawi-bercahaya-putih-ramai-di-twitter

Kamis, 12 Maret 2015

TUKANG INSINYUR JADI JURU BAYAR PEMERINTAH

Print Friendly and PDF
"Jadi menurut hemat saya,sebenarnya tugas Kabid Perbendaharaan itu tidak hanya sebagai juru bayar saja tetapi juga sekaligus sebagai juru tolak bayar". demikian penggalan kalimat wawancara yang dimuat di Koran Mingguan BK.


TUKANG INSINYUR YANG JADI JURU BAYAR

Bekasi, BK
Alumni Magister Profesional Pembangunan Daerah Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 2005 danpemilik akun http://www.anebang.blogspot.comyang  bernama lengkap H.Cardiman,SP,MP.  berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bekasi Nomor. 820/Kep.24-BKD/II/2015 Tanggal 09 Ferbuari 2015 kini menjabat sebagai Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi.  Jabatan tersebut menjadi penting dan strategis karena berkaitan dengan kewenangannya dalam pengaturan dan pengelolaan ketersediaan dana untuk  pelaksanaan APBD dalam rangka pencapaian visi-misi Kota Bekasi.  Ada hal menarik dari hasil wawancana ini, yakni pernyataannya bahwa sebenarnya tugas Kabid Perbendaharaan itu tidak hanya sebagai juru bayar saja, tetapi juga sekaligus sebagai juru tolak bayar patut kita telaah secara mendalam.  Berikut ini merupakan petikan hasil wawancara Koran BK dengan pria berkacamata berbintang virgo di kantornya, jln. A.Yani no.1 Bekasi beberapa waktu yang lalu.

Bagaimana karir Anda sebelum menjabat sebagai Kepala Bidang Perbendaharaan?
Karir saya biasa-biasa saja dan tidakada yang istimewa,  mengalir saja bagai aliran air.  Masa kerja saya sebagai PNS sudah 23 tahun.   Pertama menjabat eselon IV di Kota Bekasi sebagai kepala seksi di Bidang Agribisnis Dinas Perekonomian Rakyat selama enam tahun, kemudian menjabat Kasubid Perindagpar Bidang Ekonomi Bappeda selama dua tahun.  Selanjutnya mutasi sebagai Kepala Kasubid Pemerintahan Bidang Sosial Budaya Bappeda selama dua tahun dan pada tahun 2011 baru mendapat promosi menjadi Kepala Bidang Akuntansi selama hampir empat tahun, sebelum mutasi menjadi Kepala Bidang Perbendaharaan sekarang ini.


Mengingat latar belakang pendidikan Anda yang sarjana S1 pertanian dan magister S2-nya juga bukan dari rumpun disiplin ilmu ekonomi, apakah Anda tidak terkendala dengan hal tersebut?
Insya Allah tidak akan terkendala, mengingat jabatan saya sebelumnya juga bahkan lebih spesifik kepada ilmu murni ekonomi akuntansi.  Tetapi alhamdulillah, dengan tidak merasa menyombongkan diri, saya berhasil menyelesaikan beban tugas dan tanggungjawab pada setiap level jabatan yang telah saya sebelumnya.  Tentunya hal demikan telah menjadi perhatian dan pertimbangan pimpinan kita.

Menurut rumor, bahwa tugas Kabid Perbendaharaan itu hanya sebatas sebagai juru bayar saja, bagaimana pendapat Anda?
Menurut saya, itu bukan rumor tetapi benar adanya.  Karena berdasarkan UU No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang dijabarkan melalui PP No.58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No.13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dinyatakan bahwa tugas dan kewenangan Kabid Perbendaharaan selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) seluruhnya ada 12 point.  Salah satunya yakni melakukan pembayaran berdasarkan permintaan Pejabat Pengguna Anggaran (PA) atas beban rekening kas umum daerah, apabila semua dokumen persyaratan pembayarannya telah lengkap dan alokasi ketersediaan anggaran mencukupi.  Maka Kabid Perbendaharaan selaku kuasa BUD wajib membayarkannya dengan cara menerbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), tetapi apabila dokumen persyaratan pembayarannya tidak lengkap dan/atau alokasi ketersediaan dananya tidak mencukupi, maka kuasa BUD wajib menolak membayarkannya.  Jadi menurut hemat saya,sebenarnya tugas Kabid Perbendaharaan itu tidak hanya sebagai juru bayar tetapi juga sekaligus sebagai juru tolak bayar.

Bagaimana  rencana kerja Anda ke depan dan adakah prioritas program yang akan Anda lakukan dalam waktu dekat ini?
Langkah pertama yang ingin saya lakukan dalam waktu dekat ini paling tidak ada dua hal, yaitu mengoptimalkan pengelolaan dana idle dan menyusun petunjuk teknis tentang pedoman penerimaan kas dan pengeluaran kas.  Dalam hal pengelolaan dana idle, selama ini suku bunga deposito kita masih di level 6,91%-8,5%.  Padahal berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.14/26/PBI/2012 dan ketentuan tentangPenetapan Batas AtasSukuBunga Dana Perbankan  yang telahdirilisoleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa tingkat suku bunga deposito kita masih memungkinkan untuk bisa ditingkatkan hingga 9,0%. Dalam waktu dekat saya selaku kuasa BUD akan minta kepada bank persepsi untuk menaikkan suku bunga deposito hingga 9,0% sehingga nantinya kita akan dapat tambahan pendapatan lagi dari jasa deposito sekitar 2,2 milyar lebih.

Berkenaan dengan penyusunan petunjuk teknis tentang pedoman penerimaan kas dan pengeluaran kas, hal ini sangat dibutuhkan untuk lebih terciptanya tertib administrasi penatausahaan pengelolaan keuangan daerah.  Mengingat saat ini telah ada Perda No.4 tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Perwal No.54 tahun 2013 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah, namun belum ada petunjuk teknisnya.

Langkah selanjutnya yang ingin saya lakukan adalah melakukan konsolidasi dan internalisasi budaya kerja baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan SKPD ke seluruh jajaran kasubid dan staf Bidang Perbendaharaan.  Kemudian akan melakukan pendampingan lebih intensif kepada para bendahara pengeluaran dan bendahara penerimaan di SKPD untuk meningkatkan koordinasi pengelolaan pengeluaran dan penerimaan kas.   Disamping itu juga saya akan terus melalukan konsultasi dan koordinasi kepada BPKP, baik dengan BPKP Pusat di Jakarta, BPKP Perwakilan Jawa Barat di Bandung maupun Balai Diklat BPKP di Bogor. (ys).

Kamis, 19 Februari 2015

SUKU BUNGA DEPOSITO

Print Friendly and PDF http://m.beritasatu.com/bank-dan-pembiayaan/214800-ojk-batasi-suku-bunga-deposito-perbankan.html

PEMBAGIAN BANK NASIONAL

Print Friendly and PDF http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbankan/Documents/85c9061585ae481fb0a51e4059491449faq_pbi_142612merge1.PDF

BANK BUKU 4

Print Friendly and PDF http://www.infobanknews.com/2014/08/ini-bank-bank-petinggi-di-buku-4/

BANK BUKU 3

Print Friendly and PDF http://www.infobanknews.com/2014/08/10-besar-bank-kategori-buku-3/

Selasa, 22 Juli 2014

INILAH HASIL REKAPITULASI KPU YANG MEMENANGKAN PASANGAN CAPRES JOKOWI-JK MENJADI PRESIDEN DAN WAPRES

Print Friendly and PDF
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya berhasil merampungkan rekapitulasi suara pilpres 2014 per provinsi pada tanggal 22 Juli 2014 jam 20.30 wib.  Setelah sebelumnya, pada sing hari jam 14.00 wib, terjadi peristiwa politik yang sangat langka, dimana capres nomor urut 1 (Prabowo Subianto) menyatakan menarik diri untuk tidak ikut melanjutkan proses rekapitulasi suara pada pilpres 2014.  Sementara itu proses rekapitulasi pada saat itu hanya tinggal menyelesaikan empat provinsi lagi.  Hasil rekapitulasi suara oleh KPU tersebut hasilnya ternyata memenangkan pasangan Jokowi-JK dengan perolehan  70.997.833 suara atau 53,15%. Dan selisih perolehan suara dengan pasangan Prabowo-Hatta mencapai 8.421.389 suara.

Hasil rekapitulasi suara yang telah ditetapkan oleh KPU terdiri dari 33 provinsi dan rekap suara luar negeri. dengan total suara sah 133.574.277 suara.  Pasangan Prabowo-Hatta unggul di 10 provinsi, sedangkan pasangan Jokowi-JK menang di 23 propinsi dan luar negeri.  Pasangan dengan nomor urut 1 memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85% dan pasangan Jokowi-JK mendulang 70.997.833 suara atau 53,15%.  Sehingga pasangan Jokowi-JK keluar sebagai Champion dan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019.

Hasil rekapitulasi perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK per provinsi dan luar negeri dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber : Pikiran Rakyat

Senin, 21 Juli 2014

INILAH HASIL REAL COUNT PILPRES 2014 (25 PROVINSI)

Print Friendly and PDF
Sampai dengan tanggal 21 Juli 2014 pukul 23.00 wib, Komisi Pemilihan Umum telah menyelesaikan rekapitulasi suara dan menetapkannya sebanyak 25 provinsi.  Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut pasangan capres Jokowi-JK mengungguli pasangan Prabowo-Hatta dengan selisih suara 3.504.600. Perolehan suara pasangan Jokowi-JK mendulang 46.536.921 suara atau 51,96%.  Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya meraup 43.032.321 suara atau 48,04%.  Total suara yang sah 89.569.242 suara.

Hasil perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK hasil penetapan KPU pada tanggal 21 Juli 2014 jam 23.00 wib dapat dilihat pada tabel berikut:



Sumber : Bekasi Ekspres

Minggu, 20 Juli 2014

SIAP-SIAP: PENDAFTARAN CPNS 2014 MULAI 25 AGUSTUS

Print Friendly and PDF

Tanggal 25 Agustus 2014 akan dicanangkan oleh Kementerian PAN dan RB sebagai awal pendaftaran CPNS 2014.  Sebelum tanggal tersebut, yakni tanggal 11-24 Agustus 2014, semua instansi yang membuka lowongan formasi CPNS agar sudah mengumumkan semua formasi-formasi lowongan CPNS di instansinya ke publik.  Setelah pengumuman lowongan CPNS masing masing instansi dibuka, masyarakat yang ingin mendaftar bisa langsung secara online melalui portal http://panselnas.menpan.go.id pada tanggal 25-29 Agustus 2014.


Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, bahwa untuk pendaftaran CPNS kali ini, tidak lagi diperlukan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) maupun Kartu Kuning yang diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja setempat.  Peminat bisa langsung daftar langsung secara online melalui portal http://panselnas.menpan.go.id.  Selanjutnya, pendaftar harus mengikuti dua kali tes yaitu Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB).  Pelaksanaan TKD mulai 1 September sampai selesai dengan menggunakan Sistem Computer Assisted Test atau CAT. 

Dengan melihat berbagai perbaikan dan  perubahan-perubahan pada proses seleksi dan penerimaan CPNS tersebut, diharapkan putra-putri terbaik Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang pemerintahan dan berminat untuk berkarir sebagai PNS dapat terjaring melalui seleksi ini.   Tentunya dengan tidak diembel-embeli adanya nepotisme dan kolusi.  Kalau ini semua terjadi, maka 20 tahun kedepan Indonesia akan memiliki birokrat-birokrat andal yang mampu mengangkat martabat negara dan bangsa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

Kamis, 17 Juli 2014

HASIL PILPRES 2014 VERSI REAL COUNT KPUD KABUPATEN BEKASI

Print Friendly and PDF
Hasil perhitungan real count  KPUD Kabupaten Bekasi menunjukkan pasangan capres Prabowo-Hatta menang di hampir semua kecamatan di Kabupaten Bekasi, kecuali Kecamtan Muaragembong.  Perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta 906.196 suara atau 61,15%.  Sedangkan pasangan capres Jokowi-JK yang hanya unggul di satu kecamatan, mendapatkan  575.723 suara atau 38,85%.  Total suara sah di Kabupaten Bekasi 1.481.919 suara.

Perolehan suara pasangan capres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK per kecamatan dapat dilihat pada daftar di bawah ini:

Sumber : Radar Bekasi (diolah)

HASIL PILPRES 2014 VERSI REAL COUNT KPUD KOTA BEKASI

Print Friendly and PDF
Hasil pilpres 2014 berdasarkan hitungan riil (real count) yang dilakukan oleh KPUD Kota Bekasi menunjukkan pasangan capres Prabowo-Hatta unggul di 11 kecamatan dengan perolehan  671.405 suara atau 54,72%.  Sedangkan pasangan capres Jokowi-JK hanya unggul di 1 kecamatan yaitu Kecamatan Pondok Melati dengan perolehan  555.534 suara atau 45,28%.  Total suara sah di Kota Bekasi 1.226.939 suara.

Perolehan suara pasangan capres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK per kecamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Sumber : Radar Bekasi (diolah)

Kamis, 10 Juli 2014

INILAH HASIL SEMENTARA PILPRES 2014 DI KOTA BEKASI

Print Friendly and PDF
Pasangan capres Prabowo-Hatta menang di 10 kecamatan dengan total perolehan suara 562.628 atau 54,36%.  Sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya menang di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Pondokgede dan Pondokmelati dengan perolehan suara 472.317 atau 45,64%.

Rincian selengkapnya hasil sementara pilpres 2014 di Kota Bekasi sebagai berikut :

Sumber : Radar Bekasi

Selasa, 03 Juni 2014

SEMUA LULUSAN SARJANA DARI SEMUA JURUSAN BISA DAFTAR CPNS PADA BULAN JULI 2014

Print Friendly and PDF
20140603 menpan


Bersiap-siaplah bagi anda yang berminat untuk berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena bulan Juli 2014 nanti Kementerian PAN & RB akan membuka kembali pendaftaran CPNS dan akan menerima semua jurusan. Inilah beritanya.

Pemerintah berencana membuka formasi CPNS untuk semua jurusan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada para sarjana jurusannya tidak ada dalam formasi yang telah ditetapkan untuk mengisi jabatan tertentu.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar mengatakan, gagasan itu terinspirasi dari sejumlah bank yang ternyata menerima pegawai dari semua jurusan. “Bahkan ada seorang sarjana Teknik Nuklir yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama sebuah bank BUMN, dan ternyata sukses,” ujarnya di sela-sela kuliah umum di Institut  Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Senin (02/06).
Dikatakan, beberapa bank besar seperti City Bank, Bank Mandiri, Bank BNI menerima pegawai dari semua jurusan, baik teknik, manajemen, ekonomi, accounting, sastra, pertanian, kehutanan, dan sebagainya. Setelah diterima, mereka dilatih terus menerus, dan ternyata banyak yang berhasil. “Kenapa kita tidak buat seperti itu,” imbuh Azwar.
Dipihak lain, Azwar memahami bahwa dalam rekrutmen CPNS belakangan ini ada beberapa jurusan yang tidak ada formasinya. Karena itu, dalam rekrutmen CPNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada umumnya, tetap ada formasi untuk jabatan fungsional tertentu dan akan dibuka formasi untuk semua jurusan. “Jumlahnya tidak banyak, maksimal lima persen dari formasi. Jangan sampai mereka bilang, lulusan ini kok tidak ada formasinya,” ujarnya.
Menurut rencana, sekitar pertengah Juni ini pemerintah akan menetapkan  formasi ASN dari masing-masing instansi pemerintah, untuk selanjutnya lowongannya diumumkan. “Pelaksanaan pendaftaran dan test kompetensi dasar mudah-mudahan bisa dimulai pertengahan Juli, setelah pemilihan presiden,” tambah Menteri. (ags/HUMAS MENPANRB)

Selasa, 20 Mei 2014

PILIH CAPRES YANG JUJUR-MERAKYAT-MAMPU MENYELESAIKAN MASALAH ATAU CAPRES YANG PINTAR-TEGAS-BANYAK GAGASAN?

Print Friendly and PDF
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang 'Head to Head Jokowi-JK VS Prabowo Hatta'. Dari beberapa hasil riset yang dirilis menunjukkan Calon Presiden Prabowo Subianto dianggap memiliki kepribadian yang lebih pintar dan memiliki gagasan dibanding Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dari aspek kepribadian, Prabowo juga dianggap lebih tegas dan memiliki gagasan atau program yang lebih banyak dari Jokowi," ujar Ardian Andrian di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (20/5).

Selain itu, Prabowo juga dinilai lebih memiliki gagasan dan program-program yang bagus untuk membangun bangsa Indonesia. 

Namun demikian, dari hasil survei, Jokowi dianggap lebih jujur dan mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah serta peduli terhadap rakyat kecil.

"Kalau dijabarkan, Jokowi unggul dalam tiga hal itu, kejujuran, peduli rakyat kecil dan mampu menyelesaikan masalah. Sementara Prabowo unggul dalam kepintaran, mengambil keputusan dengan tegas, dan memiliki gagasan dan program yang baik," tandasnya.

Sumber:https://id.berita.yahoo.com/survei-lsi-prabowo-lebih-pintar-jokowi-lebih-jujur-084138310.html

Selasa, 13 Mei 2014

NILAH HASIL RAPAT PLENO KPU PENETAPAN KURSI DPRD KABUPATEN BEKASI PERIODE 2014-2019

Print Friendly and PDF

Inilah hasil rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019.

Jumlah kursi yang diperoleh tiap-tiap partai politik (parpol) :
1. NASDEM             : 3 kursi
2. PKS                      :  5 kursi
3. PKB                      :  1 kursi
4. PDIP                     :  8 kursi
5. DEMOKRAT        :  5 kursi
6. PAN                      :  5 kursi
7. PPP                       :  3 kursi
8. HANURA             :  2 kursi
9. GERINDRA          :  7 kursi
10. GOLKAR             : 10 kursi
11. PBB                      : 1kursi
TOTAL PARTAI     : 50 kursi

INILAH PEROLEHAN KURSI DPRD PROVINSI JAWA BARAT

Print Friendly and PDF
Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Jawa Barat, PDIP menempati posisi teratas dalam perolehan kursi DPRD yaitu 20 kursi.  Kemudian disusul GOLKAR dengan perolehan 17 kursi dan diikuti oleh PKS dan DEMOKRAT yang mengumpulkan 12 kursi.  Hasil perolehan kursi dari masing-masing parpol peserta pemilu legislatif 2014 sebagai berikut :

1. NASDEM           : 5 kursi
2. PKB                    : 7 kursi
3. PKS                    : 12 kursi
4. PDIP                   : 20 kursi
5. GOLKAR           : 17 kursi
6. GERINDRA       : 11 kursi
7. DEMOKRAT     : 12 kursi
8. PAN                   : 4 kursi
9. PPP                    :  9 kursi
10. HANURA        : 3 kursi

Sedangkan untuk PBB dan PKPI tidak memperoleh 1 kursi pun.

INILAH HASIL RAPAT PLENO KPU PENETAPAN KURSI DPRD KOTA BEKASI PERIODE 2014-2019

Print Friendly and PDF

Inilah hasil rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019.

Jumlah kursi yang diperoleh tiap-tiap partai politik (parpol) :
1. PKS                      :  7 kursi
2. PKB                      :  1 kursi
3. PDIP                     : 12 kursi
4. DEMOKRAT        :  4 kursi
5. PAN                      :  4 kursi
6. PPP                       :  4 kursi
7. HANURA             :  4 kursi
8. GERINDRA          :  6 kursi
9. GOLKAR             :  8 kursi
TOTAL PARTAI     : 50 kursi

Nama-nama anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019
I.  PKS  : 1.Muh Kurniawan; 2.Heri Koswara; 3.Dadi Kusradi; 4.Choeruman J Putro; 5.Aryanto Hendrata; 6.Lilis dan 7.Heri Purnomo.

II. PKB : 1.Uschturi.

III.  PDIP  : 1.Lilik Haryoso; 2.Tumai; 3.Tumpak Sidabutar; 4.Nuryadi Darmawan; 5.Hasan; 6.Anim Imamudin; 7.Nita Hermawati; 8.Herman; 9.Sudirman; 10.Reyenold Tambunan; 11.Wasimin; dan 12.Enie W.

IV. DEMOKRAT : 1.Ronny Hermawan; 2.Haerani Parani; 3.Sodikin; dan 4.Arwis Sembiring.

V. PAN : 1.Laode Mohamad; 2.H.Saeful Bahri; 3.H.Sapril; dan 4.Abdul Muin Hafidz.

VI. PPP : 1.Solihin; 2.Lili Anggraeni; 3.Sarwani; dan 4.M.Said

VII. HANURA : 1.Tamrin Usman; 2.Winoto; 3.dr.Linggom Taruan; dan 4.Suheralayali.

VIII. GERINDRA : 1.Hepi Susanto; 2.Sarni Ruminta; 3.Irman Firmansyah; 4.M.Dian; 5.Nurtani Widianto; dan 6.Tahapan Bambang S.

IX. GOLKAR : 1.Daryanto; 2.Uri Mulyanti; 3.Qomarudin; 4.Solecha; 5.Rahmawati; 6.H.Emi; 7.M.Maryadi; dan 8.Mahrul Falah.

Minggu, 11 Mei 2014

INILAH HASIL PILEG 2014 RESMI HASIL PERHITUNGAN KPU

Print Friendly and PDF
Keputusan KPU Nomor 411/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten-Kota dalam rangka Pemilu 2014, merupakan keputusan final dari hasil pehitungan yang telah dilakukan oleh KPU mulai dari tingkat TPS, PPS, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU Pusat.

Berdasarkan keputusan tersebut total perolehan suara sah di 33 provinsi adalah 124.972.491 suara.  PDIP memperoleh suara terbanyak yakni 23.681.471 suara (18,95 persen) dan ditetapkan sebagai pemenang pemilu.  Kemudian disusul oleh GOLKAR dengan perolehan 18.432.312 suara (14,75 persen) sebagai runner up-nya dan GERINDRA sebagai urutan ketiga dengan perolehan 14.760.371 suara (11,81 persen).  Ada dua partai yaitu PBB dan PKPI yang tidak lolos ambang batas parlemen, sedangkan 10 partai politik lainnya dinyatakan sebagai partai politik yang lolos ambang batas parlemen.

Hasil selengkapnya sebagai berikut (tingkat nasional):

1. Partai Nasdem: 8.402.812 suara (6,72 persen)
2. Partai Kebangkitan Bangsa: 11.298.957 suara (9,04 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera: 8.480.204 suara (6,79 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan: 23.681.471 suara (18,95 persen)
5. Partai Golongan Karya: 18.432.312 suara (14,75 persen)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya: 14.760.371 suara (11,81 persen)
7. Partai Demokrat: 12.728.913 suara (10,19 persen)
8. Partai Amanat Nasional: 9.481.621 suara (7,57 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan: 8.157.488 suara (6,53 persen)
10. Partai Hati Nurani Rakyat: 6.579.498 suara (5,26 persen)
14. Partai Bulan Bintang: 1.825.750 suara(1,46 persen)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia: 1.143.094 suara (0,91 persen)

Rabu, 07 Mei 2014

SATU LAGI KEPALA DAERAH (BUPATI BOGOR) TERTANGKAP TANGAN KPK

Print Friendly and PDF 13875376552141730627

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat hingga Januari 2014 sebanyak 318 orang dari total 524 orang kepala daerah dan wakil kepala daerah tersangkut dengan kasus korupsi.  Dan hari rabu kemarin (7-5-2014), bertambah satu lagi kepala daerah (Bupati Bogor) tertangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.  Inilah beritanya .....


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memastikan pihaknya telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Bogor Rahmat Yasin. Setelah menangkap Yasin, KPK langsung menggeledah sebuah kantor dan mengamankan uang miliaran rupiah.

"Dua orang dibawa ke kantor di Sentul. Kemudian ditemukan uang yang sekarang masih dihitung. Jumlahnya masih dihitung, dalam mata uang rupiah dan jumlahnya miliaran rupiah," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Menurut Johan, uang miliaran tersebut diduga suap untuk Rahmat Yasin. Suap diberikan untuk pengurusan izin pembebasan lahan di Puncak, Sentul dan Cianjur. "Ada pemberian suap untuk pembebasan lahan di Puncak dan perluasan lahan di Sentul hingga ke Cianjur," terangnya.

Selain Yasin, KPK juga mengamankan Kadis Pertanian Bogor. Selain itu KPK juga mengamankan ajudan dan sopir Yasin, serta pihak swasta.  Rahmat Yasin ditangkap KPK di rumahnya, Perumahan Yasmin, Sektor 2, Jalan Wijaya Kusuma Raya No. 103, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor sekitar pukul 19.00 WIB.

Sumber: http://news.bisnis.com/read/20140507/17/225800/kpk-tangkap-bupati-bogor-plus-uang-miliaran-rupiah