Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

RAMADHAN BULAN BONUS

Print Friendly and PDF


RAMADHAN BULAN BONUS
Oleh : H. CARDIMAN, SP., MP.

Mendengar kata bonus, hadiah, insentif, rabat, persen, komisi atau kata-kata sejenisnya membuat imajinasi sebagian besar orang seketika menjadi berbunga-bunga dan bersuka-cita.  Betapa tidak, karena ia akan mendapatkan tambahan gaji,  tambahan penghasilan atau potongan harga khusus.  Bagimana kalau bonusnya berupa tambahan pahala dan hanya berlaku satu bulan,yaitu bulan ramadhan.  Tentunya semua orang akan segera datang  berbondong-bondong untuk berusaha agar bisa mendapatkannya.

Bagi seorang muslim, bonus pahala yang disediakan oleh Allah SWT pada bulan ramadhan sangat-sangat berlimpah.  Mulai dari peningkatan ganjaran pahala bagi amalan sunah menjadi sama dengan pahala amalan wajib, hingga peningkatan kelipatan ganjaraan pahala dari 10 menjadi 70 kali lipat bahkan sampai 30.000 kali lipat untuk setiap amalan kebajikan yang dikerjakan di bulan ramadhan.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang disampaikan pada khutbah pada akhir bulan Sa'ban sebagai berikut : "Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah bernaung.  Bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa.  Qiyamullail disunnahkan.  Barang siapa pada bulan itu mendekatkan diri pada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori dan Muslim).

Artinya, apabila pada bulan selain ramadhan kita bersedekah Rp. 100.000 maka ganjaran pahala yang kita peroleh 10 kali lipat yaitu 1.000.000.  Tetapi bila kita bersedekahnya di bulan ramadhan maka ganjaran pahalanya menjadi 7.000.000.  Belum lagi kalau kita bisa mendapatkan super bonus 1.000 bulan, berarti ganjaran pahala kita akan menjadi 30.000 pahala (1 amalan= 1 kali x 30harix1.000bulan=30.000pahala).  Jadi kalau kita beramal Rp. 100.000, maka akan memperoleh ganjaran pahala 3 milyar.

Coba sekarang kita bayangkan dengan penuh keyakinan dan keimanan.  Jika kita ingin membeli rumah di surga seharga Rp.1 milyar, maka kita cukup bersedekah di bulan ramadhan ini Rp. 33.334 dibulatkan Rp. 35.000.  Berarti kita mendapat diskon sebesar 99,997%. Pengembang properti mana di dunia ini yang sanggup memberikan diskon kepada konsumennya sebesar itu dan konsumennya hanya disuruh membayar 0,003% saja dari harga rumah yang ditawarkan. Tidak akan ada pengembang properti seperti itu! Sedangkan Allah SWT memberikan diskon kepada kita semua sepanjang bulan ramadhan ini.Kita hanya bisa mengucap subhanallah,subhanallah dan subhanallah, Allah Maha Suci, Maha Kayadan Maha Pemurah kepada semua mahluknya.


Untuk itu wahai manusia yang beriman, kaum muslimin dan muslimat, marilah kita isi bulan ramadhan yang penuh berkah, penuh bonus dan super bonus pahala ini dengan ibadah dan amal kebajikan yang terbaik. Agar kita bisa mendapatkan limpahan bonusdan super bonus pahala dari Allah SWTdi sepanjang bulan ramadhan ini dan bonus-bonus pahala lainnya di sepanjang tahun. Amiinn. Wallahu a’lam.

Rabu, 05 November 2014

SHODAQOH BUAT KESEHATAN TUBUH

Print Friendly and PDF


Bila tubuh kita ingin sehat, maka perbanyaklah shodaqoh.  Demikian sabda Rosulullah saw dalam satu riwayat hadits yang disampaikan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib ra. 

Hadits tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa kesehatan tubuh manusia pada hakekatnya ternyata bukan hanya bergantung kepada seberapa banyak asupan makanan dan kualitas gizi yang kita makan dan atau seberapa sering olahraga yang kita lakukan, tetapi terletak pada seberapa banyak shodaqoh yang telah kita lakukan.

Secara sepintas, hadits tersebut sepertinya sangat kontras dengan pandangan umum sebagian besar masyarakat dewasa ini.  Sebagian besar masyarakat sudah terlanjur berpandangan bahwa bila ingin tubuh kita sehat, maka kita harus berolahraga secara teratur dan makan makanan yang banyak mengandung gizi tinggi bahkan bila perlu harus makan suplemen makanan. Cara pandang seperti itu memang maklum adanya, karena selama ini, setiap saat, kita selalu dijejali oleh berbagai informasi beragam produk kesehatan tubuh.  Mulai dari berbagai produk peralatan olahraga yang dipromosikan dapat menyehatkan tubuh, bermacam-macam jenis makanan dan suplemen makanan yang diklaim bisa menyehatkan tubuh, sampai promosi tata cara/metode untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh yang ujung-ujungnya kita harus membeli peralatan olahraga tertentu ataupun makanan/suplemen makanan tertentu.

Sementara itu informasi tentang menjaga/memelihara kesehatan tubuh melalui shodaqoh hampir tidak ada sama sekali yang mempromosikannya.  Padahal ini merupakan substansi yang paling dasar bagi kesehatan tubuh manusia.  Dengan tanpa memerlukan peralatan olah raga yang mahal-mahal dan tanpa harus membeli vitamin-vitamin atau suplemen makanan yang harganya tidak murah, kesehatan tubuh kita akan selalu tetap terjaga dengan baik.

Semua kita sepakat bahwa untuk saat sekarang ini hampir semua jenis produk makanan hampir tidak ada yang bebas dari kontaminasi zat-zat kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh.  Baik itu produk makanan yang berasal dari tanaman, hewan maupun ikan.  Apalagi produk-produk makanan olahan yang diawetkan dan produk makanan pabrikan.  Sehingga kita sangat sulit untuk memperoleh makanan yang benar-benar bersih dan tidak tercemar zat kimia berbahaya.

Begitu juga dengan penggunaan alat-alat olah raga yang mahal tidak bisa manjamin untuk membuat tubuh kita menjadi sehat.  Karena tidak sedikit dari para pengguna alat-alat olah raga tersebut bahkan tubuhnya menjadi cedera. Mulai dari cedera ringan sampai patah tulang. Artinya alat-alat olah raga yang mahal itu tidakm menjamin bisa membuat tubuh menjadi sehat.  Tetapi dengan shodaqoh tubuh kita sudah pasti akan menjadi sehat.

Mengapa demikian? Karena pada kenyataannya tubuh kita disusun atas ratusan tulang-tulang kerangka tubuh mulai dari tulang-tulang kaki, tulang tangan, tulang iga, tulang belakang sampai dengan tulang kepala.  Antara tulang yang satu dengan yang lainnya direkatkan dengan engsel atau yang sering dinamakan persendian.  Dengan adanya persendian tersebut tubuh kita bisa digerakan secara leluasa. Bisa dibayangkan bila tubuh kita tanpa persendian, maka gerakan tubuh kita akan menjadi kaku seperti gerakan robot.

Jumlah persendian yang menyusun kerangka tubuh kita mulai dari persendian ujung tulang jari kaki sampai dengan persendian yang merekatkan batok kepala kita seluruhnya berjumlah 360 persendian. Untuk menjaga persendian tersebut agar tetap sehat dan berfungsi secara normal, maka masing-masing persendian perlu diberi shodaqoh, demikian sabda Rasululloh saw dalam sebuah riwayat hadits Bukhori-Muslim.  Shodaqoh dimaksud bisa berupa shodaqoh harta/uang atau bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (lailaha ilallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (Allahu akbar), dan atau istigfar (astagfirullah).  Shodaqoh harta paling rendah Rp.500,- (setara dengan harga setengah biji kurma kualitas sedang/kurma palm-tunisia), sehingga bila kita shodaqoh dengan harta minimal harus senilai Rp.180.000,- (360 persendian x Rp.500,- = Rp.180.000,-) setiap hari.  Tetapi bila kita ingin bershodaqoh dengan bacaan tasbih, tahlil, tahmid, takbir, istigfar atau kombinasi dari kalimat-kalimat toyibah tersebut maka cukup dengan melafalkannya sebanyak 360 kali setiap hari.  Atau itu semua bisa digantikan dengan shalat Dhuha.

Marilah kita membiasakan diri dan membudayakan bershodaqoh dan berzakat untuk kesehatan tubuh kita, kesucian jiwa dan harta kita, keberkahan harta kita, dan kesejahteraan umat Islam.  Amiiin.





Senin, 06 Oktober 2014

KURBAN DAN JUTAAN KEBAIKAN

Print Friendly and PDF

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak.  Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah", (QS. Al-Kautsar (108) ayat 1-2).  Inilah landasan utama perintah untuk berkurban (menyembelih kurban atau mengorbankan harta di jalan Allah sebagai wujud mensyukuri ni'mat Allah swt) bagi umat Islam.

Kurban berasal dari bahasa Arab "qurban" mengandung arti "dekat".  Berkurban (menyembelih kurban) merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan sekaligus sebagai wahana untuk meningkatkan ketaqwaannya.  Disamping itu, berkurban juga merupakan upaya agar bisa lebih dekat dengan kaum dhuafa.  Lewat daging kurban yang dibagikan kepada kaum dhuafa dan kegembiraan mereka saat menerima daging tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati yang tinggi terhadap serba keterbatasan kemampuan para dhuafa.  Bahkan untuk bisa makan daging kamping/sapi aja harus menunggu Iedul Adha.

Dalam Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah ra. bahwa Zaid Ibn Arqam bertanya kepada Nabi Muhammad saw, " Wahai Rasulullah saw, apakah kurban itu?"  Rasullullah saw menjawab,"Kurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim as".  Selanjutnya Zaid Ibn Arqam bertanya lagi, "Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?"  Rasulullah saw menjawab, "Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan" dan "Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan".   Bisa dibayangkan, berapa banyak kebaikan yang akan didapat dari berkurban satu ekor kambing saja, apalagi kurban sapi atau unta!  Sayangnya sampai dengan saat ini belum ada penelitian yang menghitung jumlah rambut/bulu pada kambing, sapi ataupun unta.  Namun demikian, bisa dipastikan bahwa rambut/bulu yang tumbuh pada seekor kambing dewasa jumlahnya pasti mencapai jutaan rambut/bulu.  Sehingga nilai kebaikan dari kurban satu ekor kambing akan mencapai jutaan kebaiakan, apalagi bila kurbannya dengan  binatang ternak yang ukuran tubuhnya lebih besar pasti rambut/bulu-bulunya akan lebih banyak dan lebih lebat lagi".


Belum lagi kalau kita lihat dari banyaknya balasan yang akan diterima dari setiap kebajikan yang timbul dari setiap helai rambut/bulu yang ada di hewan kurban tersebut.  Dalam Hadits Riwayat Bukhori-Muslim ra, disebutkan bahwa setiap satu kebaikan akan dibalas 10 kali sampai 700 kali kebaikan dan bahkan sampai berlipat-lipat balasannya. Dengan demikian pahala dari kurban seekor kambing bisa mencapai puluhan juta, ratusan juta bahkan sampai miliyaran kebaikan.  Subhanallah....

Rabu, 24 September 2014

Shodaqoh untuk Kehidupan

Print Friendly and PDF
Berdasarkan hadits riwayat Abu Daud ra, Nabi Muhammad saw bersabda, "Didalam diri setiap manusia terdapat 360 sendi, dan ia wajib menunaikan satu sedekah bagi setiap sendi.”  Di lain hadits Rosullulah saw bersabda, “Sesungguhnya setiap manusia dari kalangan anak Adam diciptakan dengan 360 sendi. Barangsiapa yang bertakbir memahabesarkan Allah, bertahmid memuji Allah, bertasbih menyucikan Allah, dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah, menyingkirkan batu dari jalanan, atau (menyingkirkan) duri atau tulang dari tengah jalanan, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran, sejumlah 360 sendi tersebut, maka hari itu ia telah berjalan sambil menjauhkan dirinya dari neraka.” (HR. Muslim).

Hadits berikutnya dalam HR. Muslim dinyatakan bahwa, "Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir shodaqoh, setiap tahmid shodaqoh, setiap amar ma'ruf adalah shodaqoh, nahi munkar shodaqoh dan menyalurkan syahwatnya kepada istri juga termasuk shodaqoh".  Dan pada riwayat hadits yang sama, Nabi Muhammad saw bersabda, "Tidaklah akan berkurang harta yang dishodaqohkan". 

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa tubuh manusia ditopang oleh 360 persendian, mulai dari persendian yang terdapat di tulang punggung (vertebrae) yang berjumlah 147 persendian,  persendian sekitar dada (thorax) berjumlah 24 persendian, persendian yang meliputi tulang-tulang tangan, pergelangan tangan, siku tangan dan bahu berjumlah 86 persendian, persendian yang meliputi tulang-tulang kaki, mata kaki, lutut dan paha berjumlah 92 persendian serta persendian yang ada pada tulang ekor, tualang pangkal paha dan simfisis pubis (pubic symphysis) sebanyak 11 persendian.  Setiap hari, masing-masing persendian minta shodaqoh. 

Shodaqoh yang paling ringan adalah mengucapkan takbir, bertahlil, bertahmid, bertasbih dan beristigfar memohon ampun kepada Allah swt.  Dan shodaqoh harta yang paling ringan adalah mengeluarkan uang 500 rupiah untuk dishodaqohkan kepada orang lain.  Karena uang 500 rupiah setara dengan shodaqoh setengah biji kurma, sebagaimana hadits riwayat Muslim r.a, Nabi Muhammad saw bersabda, “Takutlah kalian terhadap api neraka meskipun (bersedekah) hanya dgn setengah biji kurma".

Selain itu, shodaqoh juga bisa membersihkan jiwa dan harta kita.  Dengan shodaqoh di akhir bulan suci Ramadhan (zakat fitrah), maka jiwa kita akan bersih dan suci.  Dan dengan shodaqoh harta (zakat mal), maka harta kita akan menjadi bersih dan bertambah/berkembang.  Sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Al-Baqarah ayat 261, Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".

Jadi, dengan shodaqoh tubuh kita akan menjadi sehat karena setiap persendian yang ada di tubuh kita telah diberikan shodaqohnya.  Kemudian jiwa kita pun akan menjadi bersih dan suci, karena telah diberikan shodaqohnya.  Selanjutnya harta kita pun akan menjadi bersih sehingga akan menyehatkan tubuh dan menjadi barokah bila kita memakannya. Disamping itu harta kita juga akan menjadi tumbuh dan berkembang menjadi lebih banyak dan lebih banyak lagi karena shodaqoh.

Kamis, 18 September 2014

Pintu Surga Shodaqoh

Print Friendly and PDF
Berdasarkan hadits riwayat Ahmad ra, bahwa pintu surga itu ada delapan.  Satu diantaranya yaitu Pintu Shodaqoh.  Seorang muslim yang rajin shodaqoh (sedekah), kelak akan masuk surga lewat pintu shodaqoh ini.

Shodaqoh berasal dari bahasa arab dari kata "Shidq" yang berarti "benar".  Pengertian tersirat dari kata ini bahwa orang yang bershodaqoh adalah orang yang benar imannya.  Selanjutnya, apakah shodaqoh itu?  Secara umum shodaqoh memiliki pengertian menginfakkan harta di jalan Allah swt. Baik ditujukan kepada fakir miskin, kerabat keluarga, maupun untuk kepentingan jihad fi sabilillah. Di sisi lain, menurut hadits riwayat Al Bukhori - Muslim, shodaqoh adalah setiap kebaikan/ amal kebajikan yang kita kerjakan. Dan pada hadits riwayat lain dikatakan bahwa "Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir shodaqoh, setiap tahmid shodaqoh, setiap amar ma'ruf adalah shodaqoh, nahi munkar shodaqoh dan menyalurkan syahwatnya kepada istri juga termasuk shodaqoh".  

Dengan demikian shodaqoh memiliki makna yang sangat luas, yakni mengandung makna yang bersifat non material yaitu mencakup semua amal atau perbuatan yang baik dan yang bersifat material yaitu mendermakan uang atau harta di jalan Allah swt.

Shodaqoh juga sering dikaitkan dengan zakat dan infaq.  Sehingga ada yang mengatakan bahwa "Shodaqoh Wajib" adalah "Zakat", sedangkan "Shodaqoh Sunah" adalah "Infaq. Bahkan ada yang mengatakan bahwa infaq sama dengan shodaqoh.  Zakat merupakan shodaqoh yang bertujuan untuk membersihkan/mensucikan jiwa (zakat fitrah) dan harta (zakat mal).  Disamping itu juga zakat bisa menumbuhkan/mengembangkan harta.  Sedangkan infaq atau shodaqoh harta merupakan derma harta di jalah Allah swt baik untuk fakir miskin, kerabat keluarga, maupun untuk kepentingan jihad fi sabilillah

Shodakoh kepada kerabat keluarga mempunyai dua pahala, yaitu pahala shodaqoh itu sendiri dan pahala silaturrohim.  Sedangkan shodaqoh kepada diluar kerabat keluarga hanya memperoleh satu pahala yaitu hanya pahala shodaqoh saja.  Untuk itu, mari kita budayakan bershodaqoh kepada kerabat keluarga kita yang kurang mampu agar.  Dahulukan shodaqoh kita buat kerabat keluarga kita yang kurang mampu, karena mereka juga merupakan bagian tanggungan kita dan masih menjadi tanggungjawab kita.  Bila kita semua memprioritaskan shodaqoh/infaq buat kerabat keluarga dekat kita sendiri, maka tidak akan ada kemiskinan di sekitar kita dan tidak ada kemiskinan di negara kita. Karena tiap-tiap orang/keluarga yang mampu akan menopang dan membantu kerabatnya yang kurang mampu sehingga secara bertahap dia bisa mandiri dan bisa bershodaqoh bagi kerabat lainnya yang kurang mampu.

Rabu, 10 September 2014

Pintu Surga Haji dan Umroh

Print Friendly and PDF
Apakah kita kelak ingin masuk surga? Jawabnya, semua orang beriman pasti bercita-cita ingin masuk surga.  Dan bila ingin masuk surga lewat pintu Haji dan Umroh, maka kita mesti mampu menunaikan ibadah haji dan umroh.  Sebagaimana hadits riwayat Ahmad ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,”Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat (kepada perintah Allah SWT); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan".  Salah satunya adalah pintu  Haji dan Umroh. Dan pahala bagi haji mabrur adalah surga, sedangkan pahala dari umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa diantara keduanya (HR. Bukhori dan Muslim).

Jadi jelas bahwa bila kita telah mampu menunaikan ibadah haji mabrur (tidak rafats dan fasiq) maka pahalanya pasti surga.

Lalu, bagaimana bagi kaum muslimin yang tidak mampu menunaikan ibadah haji dan umroh?  Jawabnya, ada amalan ibadah yang bila dikerjakan pahalanya sama dengan pahala orang yang mengerjakan haji dan umroh. “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid – untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna“ (HR. Tirmizi).

Jumat, 18 Juli 2014

DALAM ISLAM, MASUK SURGA ITU MUDAH

Print Friendly and PDF
Surga adalah tempat yang terindah dan terbaik yang jadi impian bagi semua orang yang beriman, bahkan mungkin menjadi impian bagi semua umat beragama.  Dalam agama Islam, pintu surga itu ada delapan dan untuk memasukinya ternyata tidak sulit alias mudah.  Karena tiap-tiap amal shaleh yang kita lakukan dalam keadaan beriman akan mengantarkan kita ke depan masing-masing pintu surga.

Sebagaimana  hadits riwayat Ahmad ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda ”Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat (kepada perintah Allah SWT); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan. Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar namun tidak taat (kepada perintah Allah SWT); maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksanya”. (HR. Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit ra].

Dalam hadits riwayat Muslim ra juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bagi setiap orang yang beramal terdapat sebuah pintu khusus di surga yang dia akan dipanggil melalui pintu tersebut karena amal yang telah dilakukannya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih, demikian kata Al-Hafizh dalam Fath Al-Bari, 7/30).

Adapun delapan pintu surga yang dimaksud sebagai berikut : 1) Pintu Muhammad SAW atau pintu taubah.  2) Pintu Shalat.  3) Pintu Puasa (Ar-Rayyan).  4) Pintu Zakat.  5) Pintu Shadaqah.  6) Pintu Haji dan Umrah.  7) Pintu Jihad. Dan 8) Pintu Shilah (silaturrahim).

Jadi kalau kita beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan dengan yang lainnya, kemudian kita rajin bersilahturahim, maka insya Allah kelak kita akan dipanggil ke surga lewat pintu yang kedelapan yaitu pintu Shilah.  Dan apabila kita gemar bershadaqah maka kelak kita akan dipanggil lewat pintu kelima yaitu pintu Shadaqah.  Begitu juga jika kita selalu menjaga shalat kita atau rajin berpuasa, maka kelak kita akan dipanggil masing-masing lewat pintu kedua dan ketiga yaitu pintu Shalat dan pintu Puasa.  Sedangkan bila kita selalu menjaga mengerjakan shalat, rajin berpuasa, gemar shadaqah, suka membayar zakat, suka menyambung tali silaturahim dan sudah berhaji dan berumroh, maka kita akan dipanggil lewat pintu-pintu kedua, ketiga, keempat, kedelapan dan keenam sekaligus.


Sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhori ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”  Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”.  Maka beliau pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari [1897 dan 3666] dari sahabat Abu Hurairah ra). 

Rabu, 16 Juli 2014

UANG KOIN LIMA RATUS RUPIAH BISA SELAMATKAN KITA DARI API NERAKA

Print Friendly and PDF

Banyak orang yang memahami bahwa untuk mendapatkan pahala surga dan terhindar dari api neraka di akhirat kelak, kita perlu amal ibadah atau bersedekah harta dalam jumlah yang banyak.  Padahal, sedekah yang hanya dengan uang recehan Rp. 500 juga ternyata bisa selamatkan kita dari sengatan api neraka.  Asalkan diniatkan untuk bersedekah.

Sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim r.a, Nabi Muhammad saw bersabda, “Takutlah kalian terhadap api neraka meskipun (bersedekah) hanya dgn setengah biji kurma, dan jika kalian tak mendapatkannya, maka hendaklah dgn kata-kata yg baik”.  Setengah biji kurma dalam hadits tersebut ternyata bila dikonversikan dalam bentuk uang nilainya sebesar Rp. 500.  Karena satu pak kurma kualitas sedang jenis kurma tunisia di supermarket dibandrol dengan harga Rp. 28.750.  Ternyata satu pak kurma tersebut berisi 29 butir kurma, sehingga harga per butir kurma hampir mendekati Rp. 1.000.  Jadi setengah/separuh biji kurma ekuivalen dengan Rp. 500.

Dengan bersandar pada riwayat hadits diatas, ternyata untuk menghindarkan diri dari sengatan api nereka itu tidak sesulit seperti yang dibayangkan.  Hanya dengan niat ikhlas bersedekah, walaupun hanya dengan uang koin Rp. 500 dan merupakan uang recehan dari sisa-sisa pengembalian belanja kita dapat menghindarkan diri dari panasnya api neraka.  Bisa dibayangkan, bila kita mampu bersedekah lebih dari Rp. 500 insya Allah kita akan dijauhkan lebih jauh lagi dari panasnya api neraka.